ANALISIS SWOT

S (Strength)
Kekuatan/Keunggulan Panti Asuhan: 

  1. Letak geografis panti asuhan sangat strategis, terletak tidak jauh dari jalan propinsi Yogyakarta-Semarang, transprotasi ke panti asuhan sangat mudah.
  2. Gedung utama permanen berlantai dua dengan luas kisaran 575 m2 plus asrama baru seluas 168 m2 dan plus mushola 24 m2 selurushnya di lantai 2 dan tanah pekarangan gedung yang cukup luas serta menjadi hak milik Yayasan / Persyarikatan.
  3. Memilik tanah dengan sertifikat hak persyarikatan Muhammadiyah dengan jumlah luas seluruhnya +611 m2
  4. Tenaga pengurus yang memadai dengan jiwa kerelawanan sosial yang tinggi
  5. Lingkungan asrama yang kondusif (tidak terlalu ramai dan tidak terlalu jauh dengan pusat kota)
  6. Respon warga masyarakat umum sebagai dermawan dengan menjadi donatur panti asuhan
W (Weakness)
Kelemahan/Kekurangan Panti Asuhan:

  1. Sarana dan prasarana yang mendukung untuk pelaksanaan pendidikan ketrampilan yang belum memadai dan sangat terbatas.
  2. Kurang tenaga profesional yang mencukupi.
  3. Sering berganti-ganti pengasuh dan kadang-kadang kevakuman pengasuh.
  4. Semua pengurus yang bersifat kerja secara relawan.
  5. Tidak dapat merealisir pendidikan Home Industri sebagai bekal kemandirian karena keterbatasan waktu anak asuh yang ada semua belajar secara formal.
  6. Bantuan pendanaan sosial dari instansi Pemerintah terutama dari Kementerian Sosial sangat kurang.
  7. Bantuan dari donatur warga Persyarikatan Muhammadiyah sangat berkurang dengan berjalannya lembaga amil zakat persyarikatan.
  8. Belum seluruhnya anak asuh panti mempunyai KIPK untuk melanjutkan pendidikannya ke tingkat Perguruan Tinggi.
O (Oppurtunity)
Peluang/Kesempatan Panti Asuhan:

  1. Anak berada di asrama usai mengikuti pendidikan formal di sekolah, sehingga prestasi siswa dapat ditingkatkan.
  2. Hubungan silaturrahim dan kerja sama dengan sesama anak asuh, pengasuh, pengurus sangat baik.
  3. Panti asuhan telah mendapat kepercayaan masyarakat baik masyarakat sekitar lingkungan panti maupun masyarakat lewat donatur dan dermawan umum.
  4. Kepemilikan Rumah Toko untuk usaha ekonomi produktif yang berdiri strategis di pinggir jalan Provinsi untuk pengembangan usaha bisnis pertokoan.
  5. Anak asuh yang mempunyai Kartu Indonesia Pintar bisa melanjutkan ke Perguruan Tinggi.
  6. Instansi Pemerintah mendukung Kesejahteraan Sosial dalam penyelenggaraan pembinaan panti asuhan melalui Peksos Kemensos Kabupaten Magelang.
T (Threat)
Ancaman Panti Asuhan:

  1. Tidak semua anak asuh dapat melanjutkan ke pendidikan lebih tinggi (perguruan tinggi) karena keterbatasan pendanaan yang ada bagi anak yang tidak punya akses bea siswa miskin dan bea siswa prestasi.
  2. Kepedulian bagi orang tua dan persyarikatan dari asal anak asuh masih sangat kurang untuk membantu akan perkembangan pendidikan anak asuh.